Ganjaran Allah swt Bagi Yang Meninggalkan Berbantah-bantahan.

Oleh: Geys Abdurrahman Assegaf Lc.

قال رسول الله الكريم صلي الله عليه وسلم:
من ترك المراء وهو مبطل بني الله له بيتا في رياض الجنة ومن ترك المراء وهو محقّ بني الله له بيتا في أعلي الجنة

وقال الله تبارك وتعالي: فلا تزكوا أنفسكم هو أعلم بمن اتقي ( النجم: 32)

بداية الهداية -أبو حامد محمد الغزالي

Barang siapa yang meninggalkan berbantahan karena merasa dirinya bersalah, maka Allah akan membuatkan rumah baginya di Taman Surga. Dan barang siapa meninggalkan berbantahan dan (Padahal) dirinya benar, maka Allah akan membangunkan rumah dengan kedudukan yang lebih tinggi di Surga.

Maka janganlah memuji dirimu sendiri, sesungguhnya Allah lebih mengetahui siapa yang bertakwa (Al-Najm: 32)

Mira’ Adalah Istikhraj Ghadhabil Mujadil yakni memancing kemarahan lawan diskusi, sangat berbeda dengan jidal ataupun hiwar yang masyru’, yakni diskusi dengan cara yang ilmiah dan saling menghargai.  Ketika niat baik dalam perjalanannya sudah berubah menjadi khasm atau permusuhan, saat itulah kita tidak bisa mengontrol emosi dan bahasa.  Jidal yang masyru’ pun akan berubah menjadi permusuhan. Dalam hal ini ada bab besar yang berkaitan dengan mu’amalah dengan manusia. Bukan Idzharul Haqq  Bil Haqq(demonstration of the truth by the truth) lagi, namun Idzharul Haqq Bil Bathil (Demonstration of the truth by the false). Niat yang baik berubah jadi niat yang jahat, karena cara yang baik ditinggalkan.

Kemudian agaimana jika menyulut perbantahan kedalam hal-hal yang jahiliyyah (ما اشتبه فيه الحق والباطل) atau tidak jelas antara mana yang benar dan salah? Lantas menyebabkan orang tersesat dan berbantahan dengan cara yang hina dan dengan ilmu yang sedikit? Lantas karenanya mereka sesat dan menyesatkan sebagaimana sering kita temui di media jejaring sosial dan website-website? Maka meninggalkan semua yang tidak jelas kebenaran dan kesesatannya adalah sebuah hal yang Ma’jur atau terganjar disisi Allah swt.

Jikalah begini tentulah jadi orang bodoh yang diam itu lebih beruntung, karena terhindar dari fitnah-fitnah yang Muhlikah  (Menghancurkan) seperti ini. Tidak selamanya kebodohan itu menghancurkan, yang menghancurkan adalah keengganan untuk berlajar. Dan berdebat bukanlah belajar. Dan bukanlah sarana belajar yang hakiki. Karena didalamnya manusia bukan lagi mencari kebenaran. Namun semata memperturutkan hawa nafsunya saja. Naudzubillahi min dzalik.

Maka sekali lagi, tidak selamanya orang yang meninggalkan perdebatan sengit itu merugi. Allah swt Memberikan Ganjaran karena Kemurahan-Nya (Fadhl), dan memberikan Hukuman semata karena keadilan-Nya (‘Adl). Maka mintalah kemurahan-Nya, bukan keadilan-Nya. Karena meminta keadilan-Nya, tak ubahnya seperti meminta-Nya untuk menghukumi kita, dan sudah sebegitu yakinkah kita kepada diri kita sehingga sesombong itu?

Nas’alullaha Al-Taufiq wa Al-Najat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s