Janganlah Membatasi Rahmat dan Ampunan Allah.

Oleh: Geys Abdurrahman Assegaf Lc.

Jika ada seseorang ataupun suatu kaum yang hasad karena dirimu berbuat baik dan menyerukan kebaikan, lantas hanya karena dirimu pernah melakukan kekhilafan ataupun hal yang tidak baik mereka menihilkan rahmat Tuhan atasmu selama-lamanya, maka janganlah kamu hiraukan. Karena sesungguhnya Rahmat, ampunan, dan syurga adalah milik Allah swt dan bukanlah milik mereka. Mereka tidak ubahnya seperti kaum Khawarij yang menginginkan orang-orang selain golongan mereka untuk mati dan masuk kedalam neraka.

Bukankah Rasulullah saw telah bersabda, كل ابن آدم خطاء، وخير الخطَّائين التوّابون ?

“Setiap Bani Adam pasti berdosa, dan sebaik-baiknya dari para pendosa adalah mereka yang bertaubat.”

Tentu saja ada syarat dari taubat, sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Nawawi di dalam Raudhah Al-Thalibin; ada 3 syarat dari Taubat:

1. Menghentikan perbuatan dosanya tersebut

2. Menyesali atas perbuatannya itu

3. Berketetapan hati untuk tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut selama-lamanya.

Namun apabila bersangkutan dengan manusia, maka ditambah lagi 1 syarat, yaitu: Menyelesaikan urusannya dengan yang bersangkutan menggunakan mi’yar syar’i.

Iblis dan keturunannya ada semata-mata untuk mengajak Ummat Manusia sebanyak-banyaknya ke dalam neraka bersama mereka. Maka jelaslah bahwa mendoakan keburukan dan laknat kepada sesama orang yang beriman sebenarnya adalah bagian dari tipu muslihat Iblis dan keturunannya untuk menyesatkan manusia agar mereka jauh dari Rahmat Allah swt dan tidak lagi yakin kepada Kasih Sayang dan Ampunan-Nya.

Allah swt berfirman: “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa.” (7:156)

Dalam Hadist Qudsi Allah swt juga berfirman: “ RahmatKu melebihi murka-Ku “ ( HR : Ibnu Majah )

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِ خْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (١٠)

“Wahai Tuhan kami, ampunkanlah dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami perasaan hasad dengki dan dendam terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau amat melimpah belas kasihan dan RahmatMu.” (Al-Hasyr: 10)

Manusia layaknya photografi, mereka berkembang dari negatif. Setelah dicuci maka negatif tersebut akan berubah menjadi sesuatu yang indah dan berwarna. Maka janganlah kamu membatasi Rahmat Tuhanmu, sedangkan Ia sendiri tidak pernah membatasi Kasih Sayang-Nya. Maka siapakah kamu hendak membatasinya?

Hadanallah wa iyyakum ajma’in.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s