Sistem Kontrol Pada Diri.

Oleh: Geys Abdurrahman Assegaf Lc.

Segala perbuatan memiliki celahnya di hati, panel-panel ini memiliki muara tersendiri. Dan tidak semudah membicarakan ‘kalau saya melakukan A maka saya akan mendapatkan B.’ Karena bisa saja orang berbuat baik ternyata inginnya tidak baik. Yang lebih parah adalah dua-duanya tidak baik.

Inilah panel-panel tersebut; bihasabi jahliy:

1. ada panel yang akan berujung pada muara kesombongan
2. ada panel yang akan berujung pada muara keikhlasan

3. ada panel yang akan berujung pada muara riya’ dan pujian manusia
4. ada panel yang akan berujung pada muara Lillah semata

5. ada panel yang berujung kepada muara ujub
6. ada panel yang berujung kepada muara rendah hati nan tawadhu’

7. ada panel yang berujung kepada muara ketakutan dan kekhawatiran
8. ada panel yang berujung kepada muara ketenangan dan tawakkal

Selalu ada celah dimana setan bisa membalikkan keadaan. Namun juga selalu ada celah bagi kita untuk membalikkan keadaan. Lantas bagaimana sebenarnya cara mengontrolnya? Yaitu dengan membiasakan diri bermuhasabah dan mengintrospeksi diri, karena hanya dengan cara yang demikian, seseorang akan semakin mengenal dirinya, serta fragility yang harus disembuhkannya.

Imam Al-mawardi dalam kitabnya Adab Ad-dunyaa wa Ad-deen dan Nasihat Al-Muluuk sebenarnya sudah jelas menggambarkan qila’ atau mimik daripada psikologi islam itu sendiri. Bagaimana disana beliau menjelaskan tentang Aptitude (Al-isti’daad), Ability (Al-qudrah), Intelligence (Ad-dzakaa’), moral behaviour (as-suluuk) baik untuk mu’allim (teacher) ataupun muta’allim (student) dan kaitannya dengan bagaimana pendidikan psikologis (‘ilmu Al-Nafsi At-tarbawiy) bagi kaum-kaum terbelakang akan mengangkan kualitas komunal, Training (Al-miraan), learning (At-ta’allum), Communication (At-tawaashul), Fixiation (‘Amaliyyatu tastbeet Al-ma’luumat), Punishment (Al-‘iqaab), Rote memory (Dzaakirat Ash-shimaa’), Social learning, motives dsb dibahas satu persatu. Silahkan diambil.

#Hal ini sekedar menjawab bagi yang mengatakan bahwa At-Turast Al-Islamiy tidak menyediakan manusia kontemporer bahan-bahan psikologi.

Allahu A’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s