Hifdzu Al-Lisan. Jagalah Kata-katamu.

Begitu riskannya berkata-kata sehingga jumhur tidak membedakan lafaz talak pada saat sadar ataupun marah kecuali marah yang menghilangkan akal, yang mana pendapat ini didasari pemaknaan hadist aisyah bahwa orang yang tertutup tidak ada pemerdekaan maupun pentalakan. Perbedaan yang terjadi diantara ulama adalah menyoal orang yang marah, namun marahnya tidak menghilangkan akalnya, lantas ia menjatuhkan talak, namun kemudian menyesalinya.

Lebih lanjut ibnu taimiyah an muridnya Ibnul Qayyim berpendapat bahwa tidak jatuh talak yang demikian ini, Namun demikian jumhur berpendapat bahwa seandainya marah itu adalah sebuah kondisi yang menihilkan talak, justru sebaliknya, marah adalah kondisi yang memicu talak. Ibnu al-sayyid berpendapat bahwasannya pandangan ibnu taimiyah dan Ibnul Qayyim tertolak, sebab nanti talak itu tidak akan pernah jatuh, karena seseorang sejatinya tidak akan pernah menjatuhkan talak kecuali ia sebenarnya marah.

Maka dalam hal ini kata-kata itu ;meskipun dalam shalat dan do’a maknanya tidak wajib selalu tau bagi semua org tanpa mengurangi shahwatutta’allum watta’liim; namun ia sangatlah penting dalam kehidupan bermuamalah. Imam Syathibi dalam Al-Muwafaqatnya berkata:

“الأصل في العبادة بالنسبة إلي المكلّف التعبّد دون الإلتفات إلي المعاني, وأصل العادات الإلتفات إلي المعاني.”

Jagalah kata-kata kita, karena sahabat sejatipun bisa terpisah hanya gara-gara kata-kata yang sudah keluar terlanjur dan tidak bisa ditahan. Mari berkata-kata yang baik kepada sesama?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s