Kasih Sayang Allah kepada Ummat Islam.

Oleh: Geys Abdurrahman Assegaf Lc.

Mengapa Allah swt mengajarkan bahwa sifat Rahim ada pada diri-Nya?

Allah swt tidak membuat sesuatu kecuali didalamnya ada hikmah. Yang mana dari hikmah maslahat dapat terealisasikan. Karenanya apa yang dibolehkan-Nya adalah baik, dan apa yang diharamkan-Nya adalah merusak, kotor, dan jelek. Prinsip ini dalam terapan ilmu jurisprudensi islam merupakan sebuah kemantapan berdasarkan penelitian yang mendalam dan meluas selama berabad-abad lamanya.

“Tidaklah kami mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” Al-anbiya: 108

“(Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk berhujjah kepada Allah sesudah diutusnya rasul-rasul tsb.” An-nisa : 165.

Dalam konteks ini para ulama telah berjuang mati-matian dalam menyampaikan risalah ini sebagai subtitusi tugas dari rasulullah saw. Tugas dalam artian menyampaikan, mengdekodisasi kode-kode yang tersirat, serta tugas menjelaskan daripada apa yang tersarikan dari text-text ilahiyah dan risalah, dan bukan takwiniyah dan tasyri’iyyah (ilahiyah kulliyyah) seperti pendapat kalangan syi’ah.

Dalam kaitannya dengan objek dakwah yang belum tersentuh, haruslah berbanding lurus dengan kegiatan dakwah itu sendiri. Sikap optimis dan semangat adalah hal yang sepertinya agak menguap dari kalangan ummat islam itu sendiri. Basis al-yusr wa al-tashil, serta al-tasamuh wa al-i’tidal, sikap halus ini yang sepertinya kurang diminati banyak orang.

Umat-umat terdahulu dikondisikan mendapatkan syari’at yang sesuai dengan kondisi zaman mereka hidup, seperti pembunuhan diri untuk bertobat dari kemaksiatan (Al-Baqarah: 54), atau seperti membersihkan pakaian dengan cara memotong bagian yang ternoda najis, mewajibkan zakat sebesar 25% dari pendapatan, ibadat yang harus dilakukan ditempat khusus dsb yang masuk dalam periwayatan secara global dalam ayat “Rabbanaa wa Laa tahmil ‘alayna Ishran… (Al-baqarah: 286)

Al-ishr yang artinya beban yang berat, yakni obligasi-obligasi keagamaan yang menyulitkan ummat-ummat terdahulu. Maka Rasulullah saw datang sebagai Lifter dari beban-beban tersebut, dengan mengurangi beban dan kesusahan dari kewajiban (Masyaqqah la tanfakku ‘anha Al-Takalif Asy-syar’iyyah ghaliban) dan juga memberikan keringanan atas kesulitan yang meringankan seseorang dari beban pelaksanaan syariat yang dalam situasi-situasi tertentu justru malah menyulitkan dan membahayakan mukallaf (Masyaqqah tanfakku ‘anha Al-Takalif Asy-syar’iyyah ghaliban). Hal ini adalah bagian dari dalil yang terformulasikan kedalam kaidah fikih yang bersemayam didalam banyak Firman Tuhan yang Esa dan Sabda Nabi-Nya, yakni Al-Masyaqqah Tajlibu Al-Taysir, kesulitan mendatangkan kemudahan.

Tentu saja semua firman Allah swt sangat dahsyat, namun diantara firman-Nya yang paling menyentuh hati adalah saat menjelaskan sifat sayyidul mursalin saw dalam Al-a’raf: 157: “Wa yadha’u ‘anhum ishrahum wa al-aghlaala allatii kaanat ‘alayhim.” Yakni membuang beban-beban dan belenggu yang ada pada diri mereka.” Sampai-sampai imam syathibi dalam al-muwafaqatnya berkata “Inna al-adillata ‘alaa raf’il haraji fi hadzihi al-ummah balaghat mablagha al-qath’iy.”

Sifat Rahim dalam diskursus teologi ahlusunnah wal jama’ah tidak bisa dinafikan dari Dzat Allah swt, qadiimah azaliyyah wa zaaidah ‘alaa dzatih swt. Begitu banyak hikmah dari sifat mengasihi-Nya. Justru keterbatasan manusia dalam menetapkan keputusannya antara azimah dan rukhsah adalah bagian dari rahmat Tuhan. Dan jika saja manusia mau saling memposisikan diri sebagai orang lain, tentu perasaan “paling shaleh sedunia” atau gemar “menuduh orang lain sok shaleh” tidak perlu menghinggapi tubuh-tubuh kita yang penuh kotoran dan dosa ini. Yang akhirnya menegasikan kondisi yang sebenarnya tidak perlu untuk dibenturkan.

Alhamdulillah ‘ala ni’matil iman wal islam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s