Hikmah Al-Isyraq

Oleh: Geys Abdurrahman Assegaf Lc.

Al-Hikmah Al-Isyraqiyyah (iluminasi) adalah sebuah aliran sufistik falsafi bercorak khas bangsa iran yang didirkan oleh Syihab Al-Din Suhrawardi (549-587 H) yang menggabungkan antara unsur sufisme, hellenistik, orphic, hermetic, dan angelology zoroastrian. Lebih dari sekedar berlabel intelektual mistikal, Isyraqy berpegang teguh kepada aspek ‘Wisdom’ dalam falsafah atau perwujudan supranatural. Pada intinya aliran ini memadukan antara teosofi intuitif (dzauqy) dan falsafah diskursif (bahtsi). Meskipun tidak menolak, namun suhrawardi dalam Hikmah Al-Isyraq mengkritik metode filsafat paripatetik atas penekanannya terhadap utilisasi akal sebagai main core dari metode pengetahuan. Lebih lanjut paham ini menyatakan bahwa alam tercipta dari iluminasi nur Al-Hakim dengan tiga kualitas yang memancar:

1. Al-Barzakh Al-‘Aqly
2. Barzakh Al-nafs
3. Barzakh Al-ajsam

Untuk sampai kepada asal dari cahaya, manusia harus melewati jenjang-jenjang sbb:

1. Laa Ilaha Illa Allah, ikrar.
2. Laa Huwa Illa Huwa. Selain-Nya hanyalah cahaya dari yang wujud sejati.
3. Laa Anta Illa Anta, dalam tahapan penyucian diri terjadi syuhud atau dialog antara seorang hamba dengan Tuhan.
4. Laa Ana Illa Ana, dalam fase ini yang terjadi adalah monolog.
5. Kullu Syai’in Halikun Illa wajhahu, selain Allah swt sudah lebur dan yang tersisa hanyalah diri-Nya. Keyakinan bahwasannya dirinya sudah memasuki alam ilahiyat sehingga kekal bersama wujud-Nya. Non-dimensional.

لا ملجأ ولا منجا منك إلاّ إليك?

Allahu ta’ala a’lam🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s