Mengenang Syaikh Sayyid Ahmad Badawi Rahimahullah.

Seorang ahli fikih, sufi, yang juga seorang pejuang maka hidupnya akan selalu dikenang. Syaikh Sayyid Ahmad Badawi rahimahullah (596/675 H) dimuliakan dimesir bukan hanya karena keilmuan, kezuhudan, maqam dan ahwal yang dianugrahkan Allah swt kepada beliau, namun juga dihormati sebagai pejuang yang besar jasa dan andilnya dalam mengobarkan perlawanan rakyat mesir terhadap tentara salib yang menyerang mesir pada abad ke 7H/13M.

Ditengah maraknya sekte-sekter berkedok thariqah dan marak klenik (seperti ahlul haqq, ‘aliy ilahiy, yang mempunyai seragam ritual klenik seperti abz namudar yang disinyalir berasal dari sekte manichan penyembah tumbuhan, atau penyembelihan ayam jantan sebelum subuh dsb), thariqah seperti thariqah badawiyah yang konon terinspirasi dari thariqah-thariqah sunniyyah (tepatnya setelah beliau berkunjung ke iraq untuk berziarah ke makam-makam para awliya, salah satunya ke maqam Syaikh Abdul Qadir jailani rahimahullah) adalah obat mujarab, karena tetap berpegang teguh kepada al-qur’an dan as-sunnah.

Perjuangan beliau tidak hanya terbatas kepada pengajaran dan penempaan, namun disisi lain menjadi sebuah evidence bahwasannya kedekatan diri dengan Allah swt dan kecintaan serta keridhaan Allah swt justru menjadikan mereka para pejuang yang sebenarnya, ikhlas kepada dan semata hanya karena Allah swt. Atau yang dikenal dengan istilah Al-quwwah Al-shiddiqiyyah Al-kamilah atau Zuhd Al-muhibbin, yang hanya dimiliki para nabi dan para waliy mujtaba, dimana seseorang dapat menggeluti urusan duniyawi, namun pada saat yang sama hatinya tidak terseret dan tergerus olehnya dan tetap condong kepada kecintaan mereka pada Tuhan-Nya.

Salah satu wasiat syaikh Sayyid Ahmad Badawi rahimahullah; “Barang siapa tidak berilmu maka ia tidak bernilai di dunia dan akhirat. Barang siapa tidak dermawan maka dia tidak mendapat bagian dari hartanya. Barang siapa tidak mengasihi sesama makhluk maka dia tidak berkah dari pertolongan Allah swt. Barang siapa tidak bersabar maka ia tidak akan selamat dalam menghadapi berbagai keadaan. Barang siapa tidak bertaqwa dihadapan Allah swt maka ia tidak mempunyai kedudukan dihadapan-Nya. Barang siapa terhalang dari perkara-perkara tersebut maka ia tidak mempunyai tempat di syurga.”

#Lahu wa Lahum Al-fatihah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s