Depresi.

Apakah Yang Dimaksud Dengan Depresi?

Depresi atau tekanan kejiwaan sering sekali menjangkit dalam tubuh seseorang tanpa diketahui, adalah merupakan masalah kesehatan jiwa yang utama dewasa ini. Hal ini sangat penting untuk diketahui karena orang yang depresi produktivitasnya akan menurun dan dalam skala besar hal ini sangat berbahaya bagi pembangunan sebuah komunitas.

Orang yang mengalami depresi adalah orang yang amat menderita. Sampai-sampai ia menduduki peringkat ke-6 dari penyebab kematian di amerika. Penelitian yang dilakukan oleh Kielholz dan Poldinger menunjukkan bahwasannya 10% dari pasien yang berobat ke dokter adalah depresi dan separuhnya adalah depresi terselubung.

Penelitian lain yang diadakan Universitas Basle mencapai 18%, penelitian di Bavaria (Dilling dll) didapat angka 17%, WHO memperkirakan dari populasi masyarakat dunia 3% nya mengalami ganguan tekanan kejiwaan.

Psikodinamik Depresi

Salah satu kebutuhan manusia adalah dicintai dan mencintai, serta rasa aman dan terlindungi, keinginan untuk dihormati dan lain-lain dari hajar yang sifatnya afeksional. Seseorang yang menjadi objek dari kenihilan keberadaan afeksi sangat rawan untuk jatuh kepada depresi. Misalkan kehilangan suami, keluarga, sahabat, bahkan pekerjaan. Atau karena melanggar norma dan etika agama yang menimbulkan perasaan bersalah, ciut, dan unvaluable feelings pada diri seseorang.

Pemenuhan kebutuhan afeksional amatlah penting terutama bagi anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun. Seorang anak misalkan, apabila dia tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup, maka selanjutnya akan mengakibatkan kelainan mental dan kepribadian pada perkembangannya (personaliti disorder) sebagai salah satu bentuk deprivasi emosional bahkan hingga orang tersebut dewasa.

Apa saja ciri-ciri kepribadian Depresif?

Siapapun bisa menjadi depresif. Seseorang yang sehat jiwanya sangat mungkin untuk menjadi depresif apabila tidak mampu menanggulangi stressor yang ada didalam jiwanya. Namun memang ada juga orang-orang yang mempunya kepribadian depressif. Meskipun tidak stressor, namun gejala-gejala itu dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari:

1. Pemurung, sukar untuk bisa senang dan bahagia.

2. Pesimis menghadapi masa depan

3. Memandang diri rendah secara berlebihan/anti-syukur lebih dominan

4. Mudah merasa bersalah secara berlebihan

5. Mudah mengalah tidak pada waktu dan tempat yang tepat

6. Enggan bicara pada saat diperlukan

7. Mudah merasa haru, sedih, dan menangis

8. Lamban, lesu, lemah, dan kurang energik

9. Agitatif, tegang, gelisah

10. Mudah tersinggung

11. Tidak ada kepercayaan diri

12. Merasa sealu tidak mampu dan tidak berguna

13. Lebih suka menjaga jarak

14. Gemar mengkritik, suka mencela, dan konvensional merasa dirinya paling benar

15. Sulit mengambil keputusan

16. Mudah kecewa

17. Curiga berlebihan

18. Suka mengomel, marah dan isinya itu-itu saja

19. Mengelak diri dari tanggung jawab

20. Berkhayal berlebihan dan tidak realistik

22. Berat badan yang bertambah atau berkurang secara tiba-tiba

23. Perubahan kebiasaan seksual.

24. Sesak nafas dan jantung berdebar-debar (Panic Disorder)

Bagaimana solusinya?

Depresi dan stress beserta gejalanya memang sudah banyak menjangkiti masyarakat umum. Untuk menghilangkannya tentu saja membutuhkan kontinuitas. Yaitu dengan meningkatkan Imunitas kita terhadap stress, mulai dari pola makan, tidur, olahraga, hingga kesehatan spiritual dan komunal yang diperkuat, bergaul dengan para ulama dan orang shalih, sehingga jiwa kita secara perlahan memiliki antibodi untuk menangkal stress dan depresi tersebut. Smile.🙂

Allahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s