At-thiyarah (الطيرة)

Oleh: Geys Abdurrahman Assegaf Lc.

Adalah rasa optimisme atau pesimisme dengan burung. Dahulu orang-orang jahliyah biasa menjadikan arah terbangnya burung atau lainnya sebagai tolak ukur. Mereka menerbangkan burung dari satu tempat ke tempat lainnya, misalkan jika si burung terbang ke arah kanan berarti keberuntungan, jika kekiri maka artinya kesialan.

Maka dari inilah dalam hadist riwayat Abdullah bin Amru bin Al-Ash Rasulullah saw mengingatkan bahwa yang melakukan thiyarah ini dan membuatnya mengurungkan diri maka sesungguhnya ia telah syirik. Lalu para sahabat bertanya, apakah terbusannya (kafarat) jika ada seseorang yang terkena perasaan seperti itu?

Lalu beliau mengajarkan sebuah do’a dengan bersabda ;تقول: اللهّم لا طير إلاّ طيرك, ولا خير إلاّ خيرك, ولا إله غيرك. ( رواه الإمام أحمد في مسنده)

Maka engkau ucapkan: “Yaa Allah! Tiada kesialan kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tiada kebaikan melainkan kebaikan-MU, serta tiada Tuhan yang berhak disembah selain diri-Mu.”

Semoga kita selalu diberikan rasa optimisme oleh Allah swt yang memiliki semuanya ini🙂

الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه, غير مكفيّ ولا مودّع ولا مستغني عنه ربنا…
Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, suci dan penuh berkah, tanpa berhenti, tanpa ditinggalkan, dan tanpa merasa kaya darinya, wahai Rabb kami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s